Relasi atau hubungan
Relasi yaitu hubungan antara anggota pada suatu himpunan dengan anggota himpunan yang lainya. Relasi dari himpunan A ke himpunan B ialah menghubungkan anggota-anggota himpunan A pada anggota-anggota himpunan B.Cara Menyatakan Relasi
Relasi dua himpunan A dan himpunan B bisa dinyatakan dengan 3 cara yaitu :
- Diagram panah
- Diagram cartesius
- Himpunan pasangan berurutan.
1. Diagram Panah
Anggota-anggota himpunan P ber relasi dengan anggota himpunan Q dengan relasi “menyukai”. Hal itu ditunjukkan dengan arah panah. Oleh sebab itu, diagramnya disebut diagram panah.Contoh :

2. Diagram Cartesius
Diagram Cartesius merupakan diagram yang terdiri dari sumbu X dan sumbu Y. Pada diagram kartesius, anggota himpunan P terletak pada sumbu x, sedangkan anggota himpunan Q terletak pada sumbu y Relasi yang menghubungkan himpunan P dan Q ditunjukkan dengan noktah ataupun titik.Contoh :

3. Himpunan Pasangan Berurutan
Sebuah relasi yang menghubungkan himpunan yang satu dengan himpunan lainnya bisa disajikan pada bentuk himpunan pasangan berurutan. Cara penulisannya yaitu anggota himpunan P ditulis pertama, sedangkan anggota himpunan Q menjadi pasangannya.Contoh :
{(Rani,
basket)}, {(Rani, bulu tangkis)}, {(Dian, basket)}, {(Dian, atletik)},
{(Isnie, senam)}, {(Dila, basket)}, {(Dila, tenis meja)}
Jenis-Jenis Relasi
- Relasi Simetrik
- Relasi anti Simetrik
- Relasi Transitif
- Relasi Refleksif
- Relasi Invers
1. Relasi Invers
Misalkan R adalah relasi dari himpunan A ke himpunan B. Invers dari R yang dinyatakan dengan relasi dari B ke A yang mengandung semua pasangan terurut yang apabila dipertukarkan masih termasuk dalam R. Ditulis dalam notasi himpunan sebagai berikut ; R-1= {(b,a) : (a,b)R}Contoh:
A = {1,2,3} B = {x,y}
R = {(1,x), (1,y), (3,x)} relasi dari A ke B
R-1= {(x,1), (y,1), (x,3)} relasi invers dari B ke A
2. Relasi Simetrik
Misalkan R = (A, B, P(x,y)) suatu relasi. R disebut relasi simetrik, jika tiap (a,b)R berlaku (b,a)R. Dengan istilah lain, R disebut juga relasi simetrik jika a R b berakibat b R a.Contoh Relasi Simetrik :
perhatikan satu per satu. Setiap kali kamu menemukan pasangan, misalnya (a, b), maka cari apakah (b, a) juga ada. Kalau ternyata tidak ada, pasti relasi itu tidak simetrik.
3. Relasi Refleksif
Misalkan R = (A, A, P(x,y)) suatu relasi. R disebut relasi refleksif, jika setiap A berlaku (a,a)R. Dengan kata lain, R disebut relasi refleksif jika tiap-tiap anggota pada A berelasi dengan dirinya sendiriContoh :
Relasi Refleksif Diketahui A = {1, 2, 3, 4} dan R = {(1,1), (2,3), (3,3), (4,2), (4,4)} Apakah R relasi refleksif ? R bukan relasi refleksif, karna (2,2) tidak termasuk dalam R. Jika (2,2) termasuk dalam R, yaitu R1= {(1,1), (2,2), (2,3), (3,3), (4,2), (4,4)} maka R1 merupakan relasi refleksif.
4. Relasi anti Simetrik
Suatu relasi R bisa disebut relasi anti simetrik andai (a,b)R dan (b,a)R maka a=b. Dengan kata lain Jika a, b A, a≠b, maka (a,b)R atau (b,a)R, tetapi tidak kedua-duanya.Contoh :
Misalkan R suatu relasi pada himpunan bilangan asli yang didefinisikan “y habis dibagi oleh x”, maka R merupakan relasi anti simetrik sebab jika b habis dibagi a dan a habis dibagi b, maka a = b.
Misalkan A = {1, 2, 3} dan R1= {(1,1), (2,1), (2,2), (2,3), (3,2)}, maka R1bukan relasi anti simetrik, sebab (2,3)R1dan (3,2)R1.
5. Relasi Transitif
Misalkan R relasi dalam himpunan A. R disebut relasi transitif jika berlaku ; (a,b)R dan (b,c)R maka (a,c)R. Dengan kata lain andai a berelasi dengan b dan b berelasi dengan c, maka a berelasi dengan c.Contoh :
Misalkan A = {a, b, c} dan R = {(a,b), (a,c), (b,a), (c,b)}, maka R bukan relasi transitif, sebab (b,a)R dan (a,c)R tetapi (b,c)R. dilengkapi agar R menjadi relasi transitif R = {(a,a), (a,b), (a,c), (b,a), (b,b), (b,c), (c,a), (c,b), (c,c)}
Fungsi
fungsi atau pemetaan dapat disajikan dalam bentuk himpunan pasangan terurut, rumus, diagram panah, atau diagram cartesius. Fungsi f yang memetakan himpunan A ke himpunan B ditulis dengan notasi:- A disebut domain (daerah asal) dinotasikan
- B disebut Kodomain (daerah kawan) dinotasikan
disebut range (daerah hasil), dinotasikan dengan
| Contoh 1 | Contoh 2 | Contoh 3 |
![]() |
![]() |
![]() |
| Bukan fungsi karena terdapat anggota di A yang tidak dihubungkan dengan anggota di B | Bukan fungsi karena terdapat anggota di A yang dihubungkan lebih dari satu dengan anggota di B | Meupakan fungsi karena setiap anggota di A tapat dihubungkan dengan satu anggota di B |
Sifat-sifat Fungsi
- Fungsi surjektif

- Fungsi Into
Contoh:

- Fungsi Injektif
Contoh:

- Fungsi Bijektif
Contoh:

Fungsi komposisi merupakan susunan dari beberapa fungsi yang terhubung dan bekerja sama.
Sebagai ilustrasi jika fungsi f dan g adalah mesin yang bekerja beriringan. Fungsi f menerima input berupa (x) yang akan diolah di mesin f dan menghasilkan output berupa
Ilustrasi tersebut jika dibuat dalam fungsi merupakan komposisi g dan f yang dinyatakan dengan

Operasi pada fungsi komposisi tidak besifat komutatif
Operasi bersifat asosiatif:
Contoh:
Jika
Jika fungsi

Menentukan Invers
Menentukan invers suatu fungsiUbah persamaan
Gantikan x dengan
Gantikan y dengan x sehingga diperoleh invers berupa
Contoh:
Menentukan invers dari
Rumus Fungsi Invers
Rumus Fungsi Invers| JENIS FUNGSI | f(x) | |
| Fungsi linier | |
|
| Fungsi pecahan linier | |
|
| Fungsi Irrasional | |
|
| Fungsi eksponen | |
|
| Fungsi logaritma | |
|
| JENIS FUNGSI | |
|
| Fungsi linier | |
|
| Fungsi pecahan linier | |
|
| Fungsi Irrasional | |
|
| Fungsi eksponen | |
|
| Fungsi logaritma | |
|
Invers dari Fungsi Komposisi

Jika
Berdasarkan rumusan tersebut, dapat diturunkan operasi komposisi fungsi sebagai berikut:
- Jika diketahui
dan
atau
, maka
- Jika diketahui
dan
atau
, maka
- Jika diketahui
,
, dan
, maka
- Jika diketahui
,
, dan
, maka



Komentar
Posting Komentar