Misalkan kita harus mengintegrasi Jelas
integral ini bukanlah salah satu dari tipe standar yang sudah kita
pelajari, dan pembilangnya bukanlah turunan dari penyebutnya. Jadi
bagaimana kita dapat menyelesaikannya?
Dalam kasus ini, pertama kali kita tulis pecahan aljabar yang agak
rumit ini ke dalam bentuk pecahan-pecahan parsialnya, yaitu sejumlah
pecahan aljabar yang lebih sederhana yang akan dapat diintegralkan
secara terpisah tanpa kesulitan. Sebenarnya, dapat ditulis sebagai
Metode
ini tentu saja, bergantung kepada kemampuan kita untuk menuliskan
fungsi yang bersangkutan ke dalam bentuk pecahan parsial.
Aturan-aturan dari pecahan parsial adalah sebagai berikut:
Pembilang
dari fungsi yang diberikan harus memiliki derajat yang lebih rendah
daripada penyebutnya. Jika tidak demikian, maka pertama-tama bagilah
dengan menggunakan pembagian panjang.
(a)
Faktorkan penyebutnya menjadi faktor-faktor prima. Ini penting, karena
faktor-faktor yang diperoleh akan menentukan bentuk dari pecahan
parsial.
(b) Faktor linear menjadi pecahan parsial berbentuk
(c) Faktor menjadi pecahan parsial
(d) Faktor menjadi pecahan parsial
(e) Faktor kuadratik menjadi pecahan parsial
Salinlah aturan-aturan ini ke dalam buku catatan Anda untuk referensi. Hal itu akan sangat bermanfaat.
Contoh 1
Kalikan kedua ruas dengan penyebut (x - 1)(x - 2):
Persamaan
ini merupakan identitas dan benar untuk semua nilai x yang ingin kita
substitusikan. Jika mungkin, pilihlah satu nilai x yang akan membuat
salah satu dari tanda-tanda kurungnya menjadi nol.
Penyebut sudah difaktorkan menjadi faktor-faktor primanya. Aturan (b) dipenuhi.
Hilangkan penyebut-penyebutnya:
Misalkan (x - 1) = 0, maka x = 1
Misalkan (x + 1) = 0, maka x = -1
Setelah
substitusi-substitusi ini selesai, kita dapat mencari
konstanta-konstanta sisanya (dalam kasus ini, hanya B) dengan cara
menyamakan koefisien-koefisien. Pilihlah pangkat yang paling tinggi,
yaitu x2 dalam contoh ini.
Contoh 3
Untuk menentukan
Aturan-aturan (a) dan (b) dari pecahan parsial terpenuhi. Tahap berikutnya adalah menuliskannya dalam bentuk pecahan parsial.
Sekarang hilangkan penyebut-penyebutnya dengan mengalikan kedua ruas dengan (x + 2)3. Jadi diperoleh:
x2 + 1 = .......
Sekarang kita tetapkan (x + 2) = 0, maka x = -2
Dalam
identitas ini tidak terdapat kurung yang lain, jadi sekarang kita
samakan koefisien-koefisiennya, dimulai dengan pangkat tertinggi, yaitu x2. Apakah yang kita dapatkan?
Karena
Sekarang
kita samakan koefisien pangkat yang paling rendah, dalam hal ini adalah
suku konstanta (atau suku-suku absolut) pada kedua ruas:
[suku konstanta]
Contoh 4
Untuk mencari
Dalam contoh ini terdapat faktor kuadratis yang tidak dapat difaktorkan lagi
Misalkan (x - 2) = 0, atau lebih tepatnya x = 2
Samakan koefisien-koefisiennya
CT = Constant Terms (suku konstanta)
Berikut ini satu soal lagi untuk Anda kerjakan sendiri.
Contoh 5
Tentukanlah
Aturan-aturan (a) dan (b) dipenuhi, dan bentuk pecahan parsialnya adalah
Periksalah pekerjaan Anda dengan teliti
Misalkan (2x - 1) = 0, dengan kata lain, x = 1/2
Kita telah mempelajari beberapa integral dari satu atau beberapa tipe dalam studi kita sampai saat ini. Kita telah mempelajari:
Integral standar yang dasar
Funsi dari suatu fungsi linear dalam x
Integral yang salah satu bagiannya adalah turunan dari bagian yang lain
Integrasi per bagian, yaitu integrasi hasilkali
Integrasi dengan pecahan parsial
Integral Tertentu
Landasan dasar mengenai integral tentu pertama kali diperkenalkan oleh seorang ilmuan terkenal yaitu Newton dan Leibinz yang kemudian diperkenalkan lebih lanjut secara modern oleh Riemann. Pengertian
Integral ini memiliki batas atas dan batas bawah. Didalam aplikasinya,
integral tentu banyak digunakan untuk menghitung luas di bawah kurva
dengan batas-batas tertentu atau menghitung volume benda jika diputar.
Mengenal Beberapa Sifat dan Rumus Integralnya
Dibawah ini adalah sifat-sifat dari operasi integral, yaitu:
Rumus Dasar Integral
Contoh Soal Integral
Contoh 1:
Pembahasannya:
Contoh 2:
Pembahasannya:
Luas daerah yang beraturan dapat dihitung menggunakan rumus yang
sudah ditentukan, lalu bagaimana untuk luas daerah yang tidak beraturan?
Solusinya adalah menghitung luas daerah dengan integral. Misalnya, luas
persegi dapat dicari dengan menggunakan rumus sisi x sisi, persegi
panjang dapat dicari dengan menggunakan rumus panjang x lebar, sedangkan
luas yang dibatasi oleh kurva x2 dan garis y = x dapat dihitung dengan menggunakan integral.
Sebelum mengulas aplikasi integral untuk menentukan luas daerah yang
dibatasi kurva lebih lanjut, sebaiknya sobat idschool sudah menguasai
kemampuan dasar untuk menentukan hasil integral dari sebuah fungsi
terlebih dahulu. Kemampuan yang harus dimiliki juga terkait menggambar
fungsi, baik fungsi kuadrat,
fungsi linear, dan lain sebagainya. Hal ini akan memudahkan sobat
idschool untuk menyelesaikan soal mencari luas daerah yang dibatasi
kurva.
Simak ulasan pertama mengenai luas daerah yang dibatasi sebuah kurva pada pembahasan di bawah.
Luas Daerah yang Dibatasi Sebuah Kurva
Luas suatu daerah yang dibatasi sebuah kurva dapat dicari menggunakan
rumus integral. Pehatikan gambar luas daerah yang dibatasi sebuah kurva
dan rumus integral untuk mencari luas daerah tersebut di bawah!
Selain rumus integral untuk mencari luas daerah yang dibatasi kurva
yang telah diberikan di atas, terdapat juga aturan penggunaan rumus
integral. Berikut ini adalah aturan penggunaan aturan integral dalam
mencari luas daerah yang dibatasi oleh kurva. Luas daerah yang dibatasi kurva f(x) pada selang a dan b di atas sumbu x
Luas daerah yang dibatasi kurva f(x) pada selang a dan b di bawah sumbu x
Luas daerah yang dibatasi kurva f(x)pada selang c dan d di kanan sumbu y
Luas daerah yang dibatasi kurva f(x)pada selang c dan d di kiri sumbu y
Luas Daerah Diantara Dua Kurva
Pembahasan berikutnya adalah luas daerah yang dibatasi dua kurva.
Cara menghitung luas daerah yang dibataasi dua kurva sama dengan cara
menghitung luas daerah yang dibatasi sebuah kurva, pada pembahasan
sebelumnya. Hanya saja, dalam mencari luas daerah yang dibatasi dua buah
kurva, banyaknya fungsi yang terlibat ada dua, bahkan lebih. Perhatikan gambar dan rumus untuk luas daerah yang dibatasi kurva f(x) dan g(x)
Berikut ini akan diberikan contoh soal dan pembahasan tentang menentukan luas daerah yang dibatasi dua buah kurva.
Tentukan luas yang dibatasi oleh garis y = −x + 2 dan y = x2
Jawab:
Pertama, yang perlu dikerjakan adalah melihat daerah yang dibatasi
kurva dengan menggambarkan sketsanya, seperti gambar berikut ini.
Selanjutnya adalah menentukan batas atas dan batas bawah (titik perpotongan dua kurva).
Sehingga diperoleh nilai x = – 2 dan x = 1.
Jadi, luas yang dibatasi oleh kurva y = x2 dan y = – x + 2 adalah
Keterangan: tanda negatif pada hasil akhir menujukkan bahwa pemisalan
fungsi pertama dan kedua tidak tepat namun hasilnya tidak mempengaruhi
nilai yang diperoleh, sehingga diambil nilai mutlak dari hasil akhirnya.
Untuk menambah pengetahuan sobat idschool mengenai luas daerah yang
dibatasi kurva, simak contoh soal dan pembahasan lainnya yang akan
diberikan di bawah.
Contoh 1 – Aplikasi Integral untuk menghitung luas daerah yang dibatasi kurva.
Luas daerah yang dibatasi oleh kurva f(x) = x2 + 2x + 3 dan g(x) = 3 – x adalah … satuan luas.
A. 3 B. 4,5 C. 6 D. 7,5 E. 9 Pembahasan: Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menggambar fungsi f(x) dan g(x).
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menggambar fungsi f(x) dan g(x).
Fungsi f(x) merupakan fungsi kuadrat sehingga bentuk grafiknya berupa
parabola, jika belum bisa menggambar grafik fungsi kuadrat bisa dibuka melalui halaman ini.
Fungsi g(x) merupakan fungsi garis lurus, cara menggambar grafik lurus dapat dilihat di sini.
Gambar kedua fungsi dapat dilihat seperti berikut. Sebelumnya, akan
dicari titik koordinat perpotongan fungsi f(x) dan g(x) terlebih dahulu.
Caranya adalah sebagai berikut.
Titik potong kurva:
Diperoleh dua persamaan, yaitu x = 0 atau x + 3 = 0, sehingga
Atau
Sehingga luas daerah yang dibatasi dua kurva seperti yang diberikan pada soal adalah sebagai berikut.
Selanjutnya, kita akan menghitung luas daerah tersebut, dengan batas a = – 3 dan b = 0.
Komentar
Posting Komentar